Setelah melahap 2 mangkuk nasi, buah jeruk, air putih tak terhitung berapa gelas, berharap semua menjadi berkah, untuk Hamzah. Bayi ini menggemaskan menggeliat-liat terlebih ketika ibuknya sedang makan, semakin kuat gerakannya " selamat makan sayang, semoga senantiasa sehat " (Iya, jangan lupa selalu baca basmalah ya ibuk). Dirimu membawa kebahagian yang teramat untukku nak.
Hari mulai gelap, ternyata mendung, kemudian hujan , tidak biasanya disertai suara petir. Sepi, tapi Alhamdulillah suhu hangat membuat sedikit nyaman, suasana seperti ini membuatku rindu akan kampung halamanku, tiba-tiba teringat suami ku, rindu mas meski sadar jarak kita hanya beberapa kilo meter, ntah kenapa tiba-tiba mellow, memandangi foto kecilmu yg tertawa sangat terlihat bahagia dan polos, membayangkan Hamzah, yah krn dokter bilang bayi kita mirip wajahmu. Belakangan ini aku tidak melihat senyuman lepas mu, mungkin karena sedang banyak yg dipikirkan. Aku rindu , rindu senyuman khas pria jawamu.
Sayang, aku sadar sebagai istri aku masih jauh dari kesempurnaan, karena tidak ada yg sempurna namun stidaknya ajarkan aku untuk menjadi lebih baik, aku masih harus banyak belajar, apalagi untuk menjadi seorang ibu, jangan pernah bosan membimbingku.
Sekarang mas mestilah sedang sibuk mempersiapakan segala sesuatunya untuk lab seminar malam ini, semoga Alloh beri kemudahan, jangan sedih, jangan ragu, jangan takut kan ada Alloh, masak kalah sama yang gak punya Alloh hihihi :)

No comments:
Post a Comment