Wednesday, December 19, 2012

Kabar Gembira

Alhamdulillah, segala puji bagi Alloh Subhanahu Wa Ta'ala beberapa hari ini menerima berita gembira dari kawan-kawan disana. Lama tidak bersapa lewat email, tidak pula mengunjungi beranda rumah mayanya dan tiba-tiba ahhh senang sekali saya mendengarnya, semoga Alloh meluruskan niat hambanya, membimbing jalan hidupnya, menjadi keluarga yang Engkau sayang Aamiin :).

Kabar juga datang dari salah satu teman dekatku, setelah menyelesaikan studinya bulan mei lalu akhirnya cita-citanya untuk membuat daycare terkabul. aaa I'm glad to hear that semoga Alloh juga meluruskan niat mu. menjadikannya berkah Aamiin. 

Juga tentang salah satu teman dekatku yang akan pergi ke jerman dalam waktu dekat karena ada language course Alhamdulillah, semoga Alloh meridhoi dan berkah ilmunya, take care dear ^^

I missed them already <3

Tuesday, December 18, 2012

Behavior and Breast Milk

Inilah salah satu dari beberapa alasan mengapa ibu memberikan ASI secara penuh untuk buah hatinya. Tidak sengaja membaca sebuah tulisan yang berjudul " Perilaku anak berawal dari ASI" tulisan yang cukup membuat saya semakin termotivasi untuk memberikan ASI secara penuh untuk bayi saya. Dalam tulisan itu mengatakan bahwa  terdapat penelitian  tentang keterkaitan antara asupan air susu ibu dengan perilaku anak . Penelitian ini dilakukan oleh Dr Katherine Hobbs Knutson dari Psikiatri , Rumah Sakit Umum Massachusetts, Boston , Amerika Serikat. hasil penelitian itu menunjukkan  bahwa ASI secara signifikan mempengaruhi perangai anak dimasa depan.

Studi baru dikutip dari HealthDay News ini menyebutkan, seorang ibu yang mencukupi asupan ASI bayinya tidak pernah melaporkan adanya masalah perilaku dan mental anaknya selama lima tahun fase pertumbuhannya. Namun ditemukan anak yang hanya disusui oleh ibunya selama dua bulan berpotensi berperangai kurang baik jika dibandingkan dengan anak yang disusui selama satu tahun, maka dia menyimpulkan bahwa ini merupakan sebuah indikasi jika memberi ASI secara penuh dapat memiliki efek apada anak, studi ini melibatkan 100.000 partisipan dari usia 10 bulan-18 tahun. dalam penelitian ini peneliti melakukan metode wawancara dengan orang tua mengenai pemberian ASI dan perilaku mental anak.

Mengenang kembali materi psikologi perkembangan 4 tahap psikososial anak dari Erikson yang mangatakan bahwa pada usia 0-1 tahun adalah usia dimana anak belajar untuk mempercayai lingkungannya, termasuk orang-orang disekitarnya, di tahap inilah tercipta trust dan mistrust . Menurut dr. Soedjatmiko (spesialis anak) , selama proses menyusui akan terjadi interaksi penuh kasih sayang antara ibu dan buah hatinya. " Bayi merasa aman, nyaman, dan di lindungi sehingga terbentuk attachment basic trust sebagai landasan utama perkembangan emosi yang baik di kemudian hari.

Ditilik kembali dalam salah satu ayat Al-qur'an surat Al Ahqaf ayat 15 yang artinya :

"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandung dengan susah paya, dan melahirkannya dengan susah paya (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabilah ia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo'a. "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberikan kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."

Saya melihat ada hubungan antara ayat diatas dengan penelitian dan teori yang dikaji oleh ilmuwan barat, dimana Alloh sudah memerintahkan kepada ummat manusia untuk senantiasa berbuat baik kepada orang tuanya karena pengorbanan orang tua (ibu) mulai dari melahirkan dan menyapihnya. Berbuat baik tentunya adalah memiliki perilaku yang baik sehingga ia dapat bedo'a kepada Alloh , bersyukur, berdoa agar dapat berbuat amal yang solih , meminta kebaikan dan memberikan kebaikan kepada keturunannya, dan menjadi hamba yang beserah diri.

Namun Islam begitu adil,  dalam surat Al Baqaroh dikatakan "menyusui 2 tahun jika sanggup" namun jika ibu merasa terbebani (dalam masalah kesehatan misalnya) maka tidaklah apa-apa jika memang harus menyapih dini.

Al Baqaroh :233 yang artinya:  

"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (Al-Baqarah: 233).

(cttn: terdapat perbedaan antara 30 bulan dan 24 bulan karena masa kehamilan yang paling sedikit adalah enam bulan dan bahwa mungkin saja dalam tempo secepat itu terlahir seorang bayi 24+6 bulan=30 bulan).

Tulisan ini  bermaksud untuk lebih memotivasi kita (wanita /ibu) untuk bisa mengupayakan pemberian ASI yang cukup untuk anak-anak kita, sebagai seorang muslim menggunakan pedoman Al qur'an (2 tahun) namun jika berhalangan tidak mengapa, karena untuk membentuk perilaku yang baik tidak hanya diukur dari salah satu sisi (ASI). Semoga Alloh senantiasa menuntun  setiap perasaan, pikiran dan perbuatan kita Aamiin .

Allohu'alam  ^^

Artikel terkait :
http://nutriclub.co.id/new_mum/breastmilk_breastfeeding/benefits/article/Breastmilk_miracles
http://mamacerdas.com/perilaku-anak-berawal-dari-asi/


Wednesday, August 29, 2012

Morning Muse



Hujan membasahi bumi korea, setelah 3 hari yang lalu disapa angin topan bolaven yang berasal dari pulau okinawa jepang, lumayan kuat sempat meluluh lantahkan jemuran ku  :), tapi sekarang sudah agak terbiasa dengan sapaan alam seperti ini, dulu ketika kuliah di jogja juga sempat dihadapkan dengan bencana alam gempa bumi, erupsi merapi, angin puting beliung. Ah mengingat-ingat itu jadi rindu jogja, teman-teman disana apa kabar? ^^

Pagi ini masih hujan membuatku ingin bermalas-malasan tapi sudah waktunya solat subuh, aku ambil air wudhu agar membuatku semakin sadar, setelah itu kutunaikan kewajibanku. Hmmm tengak-tengok  dapur  melihat piring kotor rasanya tidak tega alangkah senangnya mereka jika aku mau membasuhnya, kemudian menjemur pakaian. tiba-tiba saja Hamzah bangun waktunya sarapan pagi untuk yang kedua kalinya. Tiba-tiba erlintas dengan postingan dosen ku beberapa hari yang lalu yang mengatakan " apakah perlu saya ingatkan agar kita "Jangan bangga jadi ibu rumah tangga kalau tak pernah berfungsi sbg sekolah utama bagi anak-anak dan penyejuk hati orang2 yg menyayangi anda di rumah"..? Rasanya tidak perlu, krn anda pasti sudah tau kan..." hmmm sudah tau belum ya? iya tapi untuk sekedar tau itu mudah,  bapak Muhammad Fauzil Adhim menyegarkan ingatan ku bahwa Benjamin S. Bloom membagi secara berjenjang kemampuan kognitif dalam sebuah taksonomi yang dikenal dengan Taksonomi Bloom. Ada enam jenjang, yakni pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan jenjang tertinggi adalah penilaian. Hmm jika hanya sekedar tahu maka aku berada ditingkatan yang paling rendah hiks :((.

Rasanya sudah sering kali diingatkan dengan hal tersebut entah postingan itu yang keberapa kalinya, sekedar tahu tanpa memahami apalagi menerapkan , terlebih melakukan analisis dan kemudian penilaian maka yang tertinggal hanyalah harapan, kemudian harapan itu tidak terwujud timbul masalah baru yaitu penyesalan , yang sering kita ekspresikan dengan kata " seandainya" padahal Rosulullah sudah mengingatkan kita Bersungguh-sungguhlah pada hal yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Allah serta jangan merasa lemah. Bila kamu ditimpa sesuatu, janganlah kamu mengatakan “Seandainya (tempo hari) aku melakukan ini, niscaya begini dan begini.” Katakanlah, “Allah telah menakdirkan dan apa yang Allah kehendaki, maka itu terjadi.” Sesungguhnya kata seandainya akan membuka pintu perbuatan setan.” (HR. Muslim).

Kata bapak Hamzah tentu Islam tidak mungkin menyuruh wanita mendedikasikan diri untuk rumahtangganya jika tanpa misi besar, iya besar sekali. Manusia tidak hanya membutuhkan pendidikan jasmani melainkan rohani, bahkan masih terekam diingatan tentang teori hierarchy of needs Abraham Maslow, tingkatan kebutuhan manusia yang paling tinggi adalah transendensi. Terkadang sebagai orang tua kita justru disibukkan dengan mempercantik/mempertampan penampilan fisik anak-anak kita, dan mengabaikan hal yang lebih penting. Tanggung jawab orang tua, terutama ibu dalam mencetak generasi tangguh, berakhlaq baik untuk masa depan. Rumah memang sekolah pertama bagi anak-anak. Benar-benar nasihat besar untuk diri saya sendiri dan juga untuk para ibu, kalau begitu yuk lah tingkatkan kualitas kinerja  kita ^^

Tuesday, August 28, 2012

Hamzah coming :)

Tiga bulan sembilan hari yang lalu, Hamzah memulai kehidupannya. Bayi dengan berat lahir 3,2 kg dan panjang 50 cm itu lahir dengan proses persalinan normal. Alhamdulillah semua bisa terlewati dengan baik, awalnya aku sedikit kuatir selain ini adalah kali pertama melahirkan juga karena kondisi kami yang jauh dari orang tua, tawakal saja semoga Alloh memberi kemudahan dalam menjalani proses ini.
Sabtu pagi , bangun tidur tiba-tiba ada darah disertai mulas yang tidak seberapa, tapi sepertinya ini sudah pertanda kemudian kami putuskan untuk ke rumah sakit, sampai dirumah sakit dokter bilang masi pembukaan 2, kami disarankan untuk kembali kerumah dengan catatan jika kontraksi semakin kuat segera kembali kerumah sakit. Sampai dirumah istirahat sebentar , sore harinya kami jalan-jalan menyusuri sungai di dekat rumah, yah memang ketika kontarksi sudah mulai terasa dan tanda-tanda melahirkan sudah nampak sebaiknya digunakan untuk jalan-jalan tujuannya agar mempermudah bayi untuk semakin turun menuju jalan lahirnya, menjelang magrib kami kembali ke rumah dan kontraksi semakin terasa , suamiku menyarankan istirahat. Disepertiga malam aku terbangun, bolak-balik kamar kecil rasanya sudah tidak bisa ditoleransi, sakit sekali, dan pagi itu kami langsung bergegas ke rumah sakit ditemani sister aisya, dia adalah korean muslim, mualaf beberapa bulan yang lalu baru masuk islam. Dia juga biasa membantu teman-teman dari bulan bintang yang akan melahirkan.
Hamzah lahir pada hari minggu kebetulan dokter jaganya laki-laki, kemudian sister aisya meminta agar bisa mengusahakan dokter perempuan yang menangani kelahiranku,dirumah sakit itu hanya ada 1 dokter perempuan, dia juga dokter yang biasa memeriksa kandunganku. keberadaan sister aisya benar-benar membantu, bagi orang asing yang minim berbahasa korea disarankan untuk membawa teman korea atau yang mahir dalam berbahasa korea, karena suster di rumah sakit tidak semua bisa berbahasa inggris. Awalnya agak sulit meminta dokter perempuan alasannya karena ketika hari libur dokternya tidak ingin diganggu, tapi sister aisya mencoba menjelaskan dan meminta suster untuk menghubungi dokter tersebut. Alhamdulillah dokternya bersedia tetapi dia tidak mau menunggu lama-lama dirumah sakit, dia bilang dia akan datang ketika aku benar-benar sudah akan melahirkan.
Huaa semoga saja masih kuat, rasanya tenaga ini sudah mau habis kesalahan ku sebelum melahirkan ak cuma sedikit sekali makan, suster hanya mengizinkan aku makan coklat dan air putih secukupnya setelah obat pencahar diberikan. Lemas sekali rasanya, padahal masih pembukaan lima. suster menyarankan aku  bangun dari tempat tidur untuk jalan mengelilingi ruangan yang sudah disediakan oleh rumah sakit, di dalam ruangan itu juga tersedia beberapa peralatan untuk mempercepat terjadinya pembukaan, kurang lebih 30 menit melakukan exercise. Jam 2 siang suster kembali memeriksa , katanya sudah pembukaan 8 dokter siap dipanggil, rasanya energi ini sudah mau habis , sempat berfikir apa lebih baik dioperasi saja, hiks :(. Lama sekali rasanya menunggu perasaan sudah tidak karuan, menahan sakit, cemas kenapa dokter belum tiba juga. setelah beberapa menit dokter akhirnya datang, ah masi sempat-sempatnya "anyonghaseyo" tolong dok cepat saja aku sudah tidak kuat. Ditemani suamiku , sister aisya juga 3 suster dan 1 dokter, dalam tiga kali push, tiba-tiba sesuatu yang hangat di atas perutku Alhamdulillah Hamzah lahir, kali ini benar-benar merasa lega  , perasaan haru , bahagia, bapak Hamzah juga sempat menitikkan airmata hiks:((.
Hamzah first bathing
Ahh dan tidak terasa sekarang aku sudah berusia 3 bulan 9 hari wajahku sudah sangat berbeda dari foto diatas 

Trimakasi ya Alloh Engkau telah memberikan aku rizki kesehatan hingga saat ini. Bimbinglah orang tua ku agar bisa mendidikku menjadi manusia yang senantiasa berbakti kepada Mu, kepada RosulMu. 



Thursday, March 29, 2012

Senja di Korea


Setelah melahap 2 mangkuk nasi, buah jeruk, air putih tak terhitung berapa gelas, berharap semua menjadi berkah, untuk Hamzah. Bayi ini menggemaskan menggeliat-liat terlebih ketika ibuknya sedang makan, semakin kuat gerakannya " selamat makan sayang, semoga senantiasa sehat " (Iya, jangan lupa selalu baca basmalah ya ibuk). Dirimu membawa kebahagian yang teramat untukku nak.

Hari mulai gelap, ternyata mendung, kemudian hujan , tidak biasanya disertai suara petir. Sepi, tapi Alhamdulillah suhu hangat membuat sedikit nyaman, suasana seperti ini membuatku  rindu akan kampung halamanku, tiba-tiba teringat suami ku, rindu mas meski sadar jarak kita hanya beberapa kilo meter, ntah kenapa tiba-tiba mellow, memandangi foto kecilmu yg tertawa sangat terlihat bahagia dan polos, membayangkan Hamzah, yah krn dokter bilang bayi kita mirip wajahmu. Belakangan ini aku tidak melihat senyuman lepas mu, mungkin karena sedang banyak yg dipikirkan. Aku rindu , rindu senyuman khas pria jawamu.

Sayang, aku sadar sebagai istri aku masih jauh dari kesempurnaan, karena tidak ada yg sempurna namun stidaknya ajarkan aku untuk menjadi lebih baik, aku masih harus banyak belajar, apalagi untuk menjadi seorang ibu, jangan pernah bosan membimbingku.

Sekarang mas mestilah sedang sibuk mempersiapakan segala sesuatunya untuk lab seminar malam ini, semoga Alloh beri kemudahan, jangan sedih, jangan ragu, jangan takut kan ada Alloh, masak kalah sama yang gak punya Alloh  hihihi :) 

Thursday, March 22, 2012

Happy Friday

Happy Friday, pagi ini suhunya hangat 6 derajat celcius, jalan-jalan pagi ke Chungnam National University, tidak jauh hanya sekitar beberapa ratus meter dari tempat tinggal kami, sembari membayangkan dipinggiran jalan ada yang dagang nasi kuning, nasi pecel dan gorengan :(

Happy Friday, hujan turun berkah dari Alloh Subhanahu Wata'ala, menjemput musim semi, setelah musim gugur , kemudian musim dingin, pohon itu daunnya berguguran, meski raganya tetap kokoh, tapi aku yakin ia merindukan daun dan bunganya.

Happy Friday, paketan perlengkapan Hamzah datang dari Indonesia, Alhamdulillah trimakasih mbah uti, mbah kung dan budhe - budhe Hamzah ^^

Happy Friday, bisa masak satay daging, asupan untuk buah hati ibuk, yang beberapa bulan mogok minum obat penambah darah karena gak tahan dengan efek mual bercampur padu dengan pusing, bikin malas ngapa-ngapain, boleh deh diganti dengan  daging sebagai sumber protein hewani, sumber vitamin B12, B6, dan niacin. Selain itu, daging juga mengandung colin yang baik untuk membantu perkembangan otak dan fungsi kognitif janin. 

Happy Friday, Jum'at Berkah^^