Tiga bulan sembilan hari yang lalu, Hamzah memulai kehidupannya. Bayi dengan berat lahir 3,2 kg dan panjang 50 cm itu lahir dengan proses persalinan normal. Alhamdulillah semua bisa terlewati dengan baik, awalnya aku sedikit kuatir selain ini adalah kali pertama melahirkan juga karena kondisi kami yang jauh dari orang tua, tawakal saja semoga Alloh memberi kemudahan dalam menjalani proses ini.
Sabtu pagi , bangun tidur tiba-tiba ada darah disertai mulas yang tidak seberapa, tapi sepertinya ini sudah pertanda kemudian kami putuskan untuk ke rumah sakit, sampai dirumah sakit dokter bilang masi pembukaan 2, kami disarankan untuk kembali kerumah dengan catatan jika kontraksi semakin kuat segera kembali kerumah sakit. Sampai dirumah istirahat sebentar , sore harinya kami jalan-jalan menyusuri sungai di dekat rumah, yah memang ketika kontarksi sudah mulai terasa dan tanda-tanda melahirkan sudah nampak sebaiknya digunakan untuk jalan-jalan tujuannya agar mempermudah bayi untuk semakin turun menuju jalan lahirnya, menjelang magrib kami kembali ke rumah dan kontraksi semakin terasa , suamiku menyarankan istirahat. Disepertiga malam aku terbangun, bolak-balik kamar kecil rasanya sudah tidak bisa ditoleransi, sakit sekali, dan pagi itu kami langsung bergegas ke rumah sakit ditemani sister aisya, dia adalah korean muslim, mualaf beberapa bulan yang lalu baru masuk islam. Dia juga biasa membantu teman-teman dari bulan bintang yang akan melahirkan.
Hamzah lahir pada hari minggu kebetulan dokter jaganya laki-laki, kemudian sister aisya meminta agar bisa mengusahakan dokter perempuan yang menangani kelahiranku,dirumah sakit itu hanya ada 1 dokter perempuan, dia juga dokter yang biasa memeriksa kandunganku. keberadaan sister aisya benar-benar membantu, bagi orang asing yang minim berbahasa korea disarankan untuk membawa teman korea atau yang mahir dalam berbahasa korea, karena suster di rumah sakit tidak semua bisa berbahasa inggris. Awalnya agak sulit meminta dokter perempuan alasannya karena ketika hari libur dokternya tidak ingin diganggu, tapi sister aisya mencoba menjelaskan dan meminta suster untuk menghubungi dokter tersebut. Alhamdulillah dokternya bersedia tetapi dia tidak mau menunggu lama-lama dirumah sakit, dia bilang dia akan datang ketika aku benar-benar sudah akan melahirkan.
Huaa semoga saja masih kuat, rasanya tenaga ini sudah mau habis kesalahan ku sebelum melahirkan ak cuma sedikit sekali makan, suster hanya mengizinkan aku makan coklat dan air putih secukupnya setelah obat pencahar diberikan. Lemas sekali rasanya, padahal masih pembukaan lima. suster menyarankan aku bangun dari tempat tidur untuk jalan mengelilingi ruangan yang sudah disediakan oleh rumah sakit, di dalam ruangan itu juga tersedia beberapa peralatan untuk mempercepat terjadinya pembukaan, kurang lebih 30 menit melakukan exercise. Jam 2 siang suster kembali memeriksa , katanya sudah pembukaan 8 dokter siap dipanggil, rasanya energi ini sudah mau habis , sempat berfikir apa lebih baik dioperasi saja, hiks :(. Lama sekali rasanya menunggu perasaan sudah tidak karuan, menahan sakit, cemas kenapa dokter belum tiba juga. setelah beberapa menit dokter akhirnya datang, ah masi sempat-sempatnya "anyonghaseyo" tolong dok cepat saja aku sudah tidak kuat. Ditemani suamiku , sister aisya juga 3 suster dan 1 dokter, dalam tiga kali push, tiba-tiba sesuatu yang hangat di atas perutku Alhamdulillah Hamzah lahir, kali ini benar-benar merasa lega , perasaan haru , bahagia, bapak Hamzah juga sempat menitikkan airmata hiks:((.
Hamzah first bathing
Ahh dan tidak terasa sekarang aku sudah berusia 3 bulan 9 hari wajahku sudah sangat berbeda dari foto diatas
Trimakasi ya Alloh Engkau telah memberikan aku rizki kesehatan hingga saat ini. Bimbinglah orang tua ku agar bisa mendidikku menjadi manusia yang senantiasa berbakti kepada Mu, kepada RosulMu.


Hamzah... :-)
ReplyDelete